Yayasan Pawiyatan Raharja Baru
Jl. Dr. Wahidin S. (Belakang PG. Rajawali II) Kota Cirebon
Telp/Fax (0231) 201783

Facebook BK SMK Wahidin

Gabung dengan jejaring sosial Facebook BK SMK Wahidin

Rabu, 26 September 2012

SMK Wahidin Juara 1 LKS Bhs Inggris


Cirebon. Tidak mau kalah dengan sekolah favorit lain, SMK Wahidin Kota Cirebon keluar sebagai juara debat bahasa inggris tingkat SMK dan juara pertama serta  kedua untuk kategori the best speaker  dalam lomba debat bahasa Inggris tingkat SMK se-kota Cirebon, kemarin (11-12/9). 

Siswa SMK Wahidin yang meraih juara dalam lomba bahasa inggris tingkat SMK kota Cirebon tersebut antara lain: Rifa Nauvaliyah Elwahidah (XI AP 1-sekaigus juara 1 the best speaker ), Ade Jamiyati Khotbi (XI AK 3-sekaligus juara 2 the best speaker) dan Wildiani Agustin (XI AK 1).

Kepala SMK Wahidin Cirebon, Nurhasanah, S.Pd  mengatakan, bangga dan bersyukur atas prestasi yang telah diraih oleh anak didiknya. “Semoga pretasi yang telah dicapai tersebut dapat meningkatkan bakat dan minat siswa terhadap bahasa inggris dan menjadi kebanggaan bagi sekolah dan juga orang tuanya. Selain itu untuk mengapresiasikan  atas prestasi yang telah diraih siswa-siswinya, sekolah memberikan beasiswa berupa pemberian bebas SPP berdasarkan tingkat prestasi yang diraihnya’, tuturnya.

Adi Ramayadi, S.Pd  selaku pembimbing lomba mengaku senang dan bangga terhadap  prestasi yang diraih anak bimbingannya dalam lomba debat bahasa inggris tersebut, apalagi mengingat persiapan lomba yang sudah dipersiapkan lama dan motivasi belajar serta minat siswa terhadap bahasa inggris tinggi sehingga memudahkan dalam mempersiapkan lomba debat bahasa inggris tersebut. Terima kasih dia ucapkan kepada pihak sekolah dan semua orang yang telah membantu dan berharap ditahun depan meraih juara yang sama.

Rabu, 08 Agustus 2012

Pengertian Bimbingan Konseling

Definisi Bimbingan
Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.

Definisi Konseling
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).
Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

Kesimpulan
Dari semua pendapat di atas dapat dirumuskan dengan singkat bahwa Bimbingan Konselingadalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.